Selasa, 19 Oktober 2021

Hikmah

 

Jauh dari orang tua/keluarga itu memang tidak enak ya? Eh, tapi mungkin di luar sana ada juga yang merasa nyaman atau dinyaman-nyamanin ketika jauh dengan orang tua/keluarganya. Entah itu dengan alasan ingin hidup mandiri, keadaan ekonomi kurang baik, keadaan keluarga yang lagi broken home ataupun karena suatu pekerjaan yang mengaharuskan untuk jauh dari orang tua/keluarganya.

Hidup merantau. Tidak ada bayangan sama sekali ketika saya masih tinggal di kampung halaman. Dua tahun sudah saya hidup di perantauan. Sungguh tidak disangkakan. Satu minggu sekali ataupun dua minggu sekali bisa pulang, mungkin rasa rindu terhadap orang tua/keluarga bisa sedikit terobati. Jika sekarang ditanya apa cita-cita kamu? Sudah jelas, ingin pulang hidup bersama orang tua/keluarga. Tidak tahu kenapa rasa luar biasa ini muncul ketika saya hidup di perantauan. Mengingat ketika saya di kampung halaman dekat dengan orang tua/keluarga tidak ada perasaan yang luar biasa ini, semua terasa biasa-biasa saja.

Tuhan itu memang Maha Asyik. Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dengan tujuan untuk menjadi khalifah dan memakmurkan kehidupan di bumi, Tuhan tidak langsung menurunkan Adam dan Hawa ke bumi. Tetapi Tuhan membuat semacam drama atau suatu pembelajaran di surga untuk bekal menjalankan kehidupan di bumi. Singkat cerita ketika Adam dan Hawa kebujuk oleh rayuan iblis saat memakan salah satu buah yang dilarang oleh Tuhan yaitu buah khuldi. Dari situ Tuhan memberikan suatu pelajaran yang penting kepada Adam dan Hawa untuk selalu hati-hati terhadap bujuk rayu iblis.

So, apapun yang kita lakukan/kerjakan sekarang tentu ada hikmahnya tersendiri. Kecintaan saya terhadap orang tua/keluarga yang dulunya biasa-biasa saja kini meluap ketika saya hidup jauh dengan orang tua/keluarga. Sepenggal lirik dari God Bless, ingat! dibaca, jangan dinyanyikan!

"Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini."

Kalimantan Selatan, 20 Oktober 2021.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar