Kamis, 16 September 2021

Sepiring Bertiga

muctar, saya, dan haikal (3 semprol)

Seiring berjalannya waktu kesibukan merupakan suatu aktivitas yang harus kita lakukan dan kita syukuri untuk menyambung suatu tatanan kehidupan agar menjadi lebih baik. Dalam konteks ini kesibukan yang saya maksud adalah kesibukan dalam hal suatu pekerjaan. Bekerja itu penting. Dalam islam bekerja bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga suatu bentuk ibadah kita kepada Allah SWT. Bekerja itu adalah ibadah.

Kemarin malam sahabat saya muchtar mengirim foto di atas dalam sebuah grub WA yang sengaja kami buat pada tanggal 28 januari 2019 dan hanya beranggotakan tiga orang. Grub tersebut kami berinama "Diskusi Literasi 3 Semprol". Wah, nama yang keren, nama yang serius. Tapi kenyataannya apa yang kami lakukan di dalam sebuah grub tersebut tidak sekeren dan seserius namanya, semua hanyalah angan-angan belaka.

Foto makan sepiring bertiga itu berada di kosnya muchtar yang bertempat di jepun sewaktu masih berjuang untuk meraih gelar S1 dulu. Sungguh moment yang indah. Moment yang merupakan kebiasan 3 semprol (saya, muchtar, dan haikal) lakukan disaat perut terasa keroncongan dan dompet terasa tipis setelah menjalani aktivitas perkuliahan yang begitu melelahkan. Tentunya moment tersebut tidak akan pernah bisa kami ulang dengan tempat yang sama, makanan yang sama, dan suasana yang sama. Karena waktu akan terus berputar ke kanan. Seperti apa yang sering dilontarkan oleh sahabat saya muchtar "Hidup itu bukan seperti kamu saat mendengarkan MP3, bisa di pause atau play seperti yang kamu inginkan sesuka hati. Tetapi lebih mirip seperti layanan musik streaming yang terus berputar. Tidak bisa kamu tentukan seenaknya, baik saat ramai ataupun sekaligus sepi".

Melihat foto di atas menyadarkan saya ternyata sudah begitu lama kita tidak menunjukkan keluesan dan keakraban di saat kita sedang berkumpul. Salah satunya karena aktivitas dan kesibukan masing-masing yang menunda kita untuk saling berjumpa. Dan saya selalu menghidar untuk tidak selalu menyalahkan kahanan/keadaan. Apa sepatutnya kita untuk menyalahkan kahanan/keadaan? Kalau memang kahanan/keadaan sudah menjadi hak prerogatif dari sonoNya. Positif saja, mungkin karena kita belum waktunya untuk  diperjumpakan lagi. Gitu aja kok repot.

Kalimantan Selatan, 16 September 2021.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar