Minggu, 29 Mei 2022

Singgah di Dekat Perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur

Tulisan ini bukan tulisan tentang cerita cinta layaknya sinetron FTV, bukan pula tulisan tentang cerita horor yang bisa menghipnotis para pembaca takut untuk pergi ke kamar mandi. Tulisan ini hanyalah tulisan tentang pengalaman kalau saya pernah singgah di dekat perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dan mungkin isi dari tulisan ini tak semenarik atau seindah apa yang kalian bayangkan. Dan saya pun tidak memperdulikan hal tersebut.

Sebenarnya tidak ada sedikit pun angan-angan untuk pergi merantau. Seingat saya sekitar bulan september 2019 saya pergi merantau ke kalimantan selatan. Letaknya dekat dengan perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, kurang lebih jaraknya 2 km dari perbatasan tersebut. Dan mungkin ini menjadi pengalaman pertama saya hidup merantau jauh dari orang tua.

Semua itu bermula saat ditawari oleh saudara saya untuk ikut bekerja di sebuah warung bakso dan mie ayam. Saya pun langsung bimbang/bingung antara memilih ikut atau tidak. Karena saya belum pernah pergi merantau, kalau pun pernah merantau paling saya merantau ke rumah teman, saudara, yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah saya (kui dolan uduk merantau). Sehari tidak pulang atau dua hari tidak pulang. Dan jeda waktu untuk memutuskan ikut atau tidak hanya sehari, tentu itu bukanlah waktu yang banyak.

Akhirnya setelah saya berbincang-bincang dengan kedua orang tua, saya memutuskan untuk ikut bekerja di sebuah warung bakso dan mie ayam. Saya mencoba untuk membulatkan tekad. Toh tidak ada salahnya jika saya mencari hal baru dan pengalaman baru, pikir saya. Karena bekal pengalaman sangatlah penting dalam menjalankan kehidupan ini. "Pengalaman adalah guru terbaik",ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Blitar, 29 Mei 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar