Sabtu, 11 September 2021

Wanita Tangguh

 

Wanita selalu dipandang sebagai makhluk yang lemah. Bukankah begitu?. Tetapi tidak dengan sosok wanita ini, ia bukanlah makhluk yang lemah. Ia seseorang yang mempunyai kelembutan diluar dan mempunyai kepribadian yang tangguh. Bagaimana tidak? Banyak sekali peran yang harus ia jalani setiap hari dalam kehidupan berumah tangga. Disamping aktivitasnya menjadi ibu rumah tangga yang selalu sabar melayani anak-anak dan ayahnya dalam kehidupan sehari-harinya, ia juga berperan dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Setiap malam ia selalu modar-mandir kesana-kesani di area taman yang tak jauh dari rumahnya. Ia selalu melayani orang-orang yang membelinya dengan ramah dan senyum yang membara. Ia pun tak punya kemaluan, Eehh... maksudnya "rasa malu". Iya, ia tak mempunyai rasa malu sama sekali walau setiap harinya ia harus mendorong gerobaknya yang dipenuhi dengan dagangan berupa kopi sacetan dan minum-minuman yang lainnya. Bahkan ia tampak bersemangat dan bergembira dalam mejalani pekerjaan mulia tersebut yaitu "dodolan kopi". Kenapa mulia? karena berdagang merupakan sunnah Rosulullah. Dari sini kita bisa tahu bahwa wanita itu bukanlah makhluk yang lemah. Bisa dibilang wanita itu "Wonder Woman". hehehe...

Begitu banyak peran penting yang dilakukan oleh seorang wanita. Ada pula beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang harus dipikul oleh seorang laki-laki. Seorang wanita merupakan makhluk yang istimewa. Salah satu keistimewaan wanita itu ketika ia diangkat menjadi seorang ibu derajatnya dinaikkan menjadi tiga kali lipat dari seorang ayah. Oleh sebab itu kita harus berterimakasih kepada seorang ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang pemuda datang kepada Rosulullah dan berkata, "Wahai Rosulullah, siapakah seseorang yang perlu saya cintai pertama kali?" Nabi menjawab, "Ibumu". Orang itu bertanya lagi, "Kemudian setelah dia siapa?" Nabi menjawab, "Ibumu". Orang itu bertanya lagi "Kemudian setelah dia siapa?" Nabi Menjawab, "Ibumu". Orang itu bertanya lagi "Kemudian setelah dia siapa?" Nabi baru menjawab "Ayahmu". Begitulah bagaimana islam sangat memuliakan seorang wanita.
Di luar sana tentu masih banyak versi-versi wanita tangguh lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar